Rabu, 07 September 2016

Harga Diri Terinjak-Injak Saat Dituduh Mencuri HP milik Tamu

Sore itu saya mendapat orderan untuk menjemput seorang tamu dari rumah nya dan untuk diantarkan ke bandara juanda terminal 1. setelah menjemput tamu tersebut yang adalah seorang ibu muda, kita langsung meluncur kearah bandara dengan mengambil rute melewati jalan tol. Itu sesuai permintaan dari sang tamu dikarenakan kondisi jalan utama yang macet pada saat itu, sedangkan waktu keberangkatan pesawat yang akan ditumpangi oleh ibu tersebut sudah sangat mepet.

setelah taksi tiba di depan terminal 1 bandara juanda,  si ibu tersebut membayar tagihan argo taksi sesuai nilai yang tertera di mesin argo taksi saya. Setelah menerima uang kembalian, ibu tersebut segera keluar dari mobil taksi saya dan bergegas  masuk ke dalam terminal bandara untuk melakukan check in.

Namun, saya terkejut karena tak lama setelah ibu tersebut masuk ke dalam terminal keberangkatan, sedangkan saya masih bersiap untuk meninggalkan tempat tersebut. Ibu itu kembali dalam  kondisi setengah berlari dan terlihat sangat terburu-buru kembali kearah mobil taksi saya. lalu ibu tersebut mengatakan : "Sebentar pak, hp saya tertinggal di mobil bapak."
Spontan saya segera turun dari mobil dan bergegas ke arah pintu belakang dan memeriksa jok belakang mobil saya tempat dimana ibu tadi duduk. setelah beberapa saat  mencari, saya tidak menemukan hp yang dimaksud oleh tamu tadi. Lalu ibu itu juga berusaha mencari-cari hp nya yang tertinggal didalam mobil saya. Namun beliau juga tidak menemukan barket (barang ketinggalan) tersebut didalam mobil saya.

Si ibu tadi saat itu langsung menuduh saya talah menyembunyikan hp nya yang tertinggal tersebut. Dia juga mengeluarkan kata-kata kasar ketika menuduh saya saat itu. Saya dikatakan sebagai pengemudi taksi yang tidak jujur karena telah menyembunyikan barang penumpang yang tertinggal di unit taksi yang saya kemudikan.

Saya berusaha menjelaskan secara baik-baik tentang kronologi kejadian dari awal si ibu meninggalkan mobil saya sampai ia kembali dan mencari hp nya yang tertinggal di mobil saya. Namun ibu itu tetap saja ngotot kalau saya telah mengambil hp nya yang tertinggal tersebut. Dan saat itu semakin banyak pengunjung lain pada bandara tersebut mulai beramai-ramai menyaksikan kejadian tersebut dengan bergerombol disekitar tempat itu.

Hingga akhirnya beberapa orang petugas keamanan bandara membantu untuk menengahi perdebatan antara saya dan si tamu tersebut. Petugas keamanan meminta si ibu untuk memeriksa kembali tas bawaan nya untuk memastikan keberadaan hp nya yang dicari. Karena kemungkinan hp tersebut masih terselip didalam tas ibu itu sendiri. Namun ibu itu tetap saja dengan lantang mengatakan kalau hp  nya sudah dicari namun tidak ditemukan, dan dia sangat yakin kalau hp nya tersebut tertinggal didalam mobil saya serta saya telah menyembunyikan hp tersebut dengan sengaja.

Terus terang saat itu saya merasa sangat sakit hati karena telah dituduh mencuri barang milik orang lain. Selama saya bekerja, saya selalu mengutamakan kejujuran dalam kehidupan saya. Namun kejadian hari ini sangat membuat saya terpukul karena telah dituduh mencuri dan itupun dilakukan didepan banyak orang yang menyaksikan serta mendengarkan tuduhan dan umpatan terhadap saya.

Disaat situasi semakin panas dengan omelan serta makian ibu tersebut, samar-samar terdengar suara dering hp berbunyi dari dalam tas yang ditenteng oleh ibu tersebut. Semua terdiam dan menyaksikan wajah ibu tersebut yang juga kaget mendengar suara dering hp nya dari dalam tas nya sendiri. Dia segera membuka tas nya dan mengeluarkan hp nya dari tas tersebut.

Sontak saat itu terdengar suara cibiran beberapa pengunjung yang mengerumuni tempat itu dan menertawakan ibu tersebut. Ternyata hp yang dikatakan hilang dan telah dicuri oleh saya tersebut masih berada didalam tas nya sendiri. Saya merasa sedikit lega karena terbukti saya tidak  melakukan tindakan pencurian.

Namun saya yang terlanjur sakit hati karena telah dituduh dengan semena-mena didepan orang banyak, saya mengatakan kepada ibu tersebut kalau saya akan menuntut ibu tersebut dengan tuduhan pencemaran nama baik. Karena ibu itu sudah jelas-jelas dan meyakinkan, melakukan tindakan menghina saya didepan orangg banyak.

Ibu itu segera meminta maaf dan memohon agar masalah ini jangan sampai diperpanjang sampai harus dibawa ke ranah hukum. Ia berusaha membujuk saya dengan memberikan uang sebesar 500.000 rupiah sebagai permohonan maaf atas tindakan nya kepada saya. Saya tetap bersikukuh untuk tidak menerima nya dan akan melaporkan tindakan ini ke pihak kepolisian.

Si ibu tersebut tetap berusaha membujuk saya, kali ini dia mengeluarkan uang yang lebih banyak lagi. tak tanggung-tanggung dia menawarkan uang satu juta rupiah kepada saya. Karena saya yang sudah terlanjur sakit hati dan merasa sangat terhina dengan kejadian memalukan tersebut, saya tidak menerima tawaran tersebut dan segera bergegas untuk kembali ke mobil saya dan akan meninggalkan tempat tersebut untuk melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian terdekat.

Lalu ibu itu berusaha mengejar saya ke samping mobil saya, dia mengeluarkan segepok uang pecahan 100 ribuan, dan mengatakan, "Pak, ini semua uang yang saya punya saat ini, 10 juta rupiah, silahkan bapak ambil, tapi tolong lupakan kasus ini dan kita berdamai, jangan dilaporkan ke polisi pak,"

Seketika itu saya tertegun sejenak  menatap segepok uang tersebut. Saya jadi berpikir panjang tentang niatan untuk melaporkan kasus ini karena didepan saya tersaji uang 10 juta rupiah yang tentu saja tidak mungkin saya dapatkan dari pekerjaan saya sebagai pengemudi taksi dalam sebulan kerja. Otak saya berpikir keras, antara menerima uang tersebut dan melupakan kasus ini atau menolak uang tersebut dan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

Namun tiba-tiba, saya mendengar suara teman saya yang mengatakan : "pak, bangun pak.. Waktunya yang antrian nomor satu narik.."
Sontak saya terbangun dari tidur saya. Ternyata saya telah tertidur didalam mobil saya yang sedang parkir di antrian di salah satu pangkalan taksi  kami. Dan ternyata uang 10 juta yang ditawarkan oleh ibu tersebut hanyalah bagian dari mimpi saya ketika sedang tertidur tadi.

Cerita ini hanya fiktif belaka, untuk menghibur semua teman-teman pembaca setia blog ini. Semoga anda semua terhibur.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Harga Diri Terinjak-Injak Saat Dituduh Mencuri HP milik Tamu

0 komentar:

Posting Komentar